Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

MATINYA SEORANG JURNALIS

  MATINYA SEORANG JURNALIS Aku semakin mengencangkan gas motorku. Mengejar waktu menuju tempat kejadian adanya pembunuhan. Setelah beberapa menit yang lalu aku mendapat kabar bahwa di sekitar tempatku, baru saja ditemukan sebuah mayat yang tergeletak dengan darah yang masih tercium segar. Kata temanku, kejadian itu adalah sebuah pembunuhan membabi buta. Bagaimana tidak, pelaku membunuh korban pada siang hari dan di saat jalan sedang penuh dengan keramaian. Meski orang-orang sedang lalu-lalang, anehnya tak ada seorang pun yang melihat pelaku pergi ke arah mana. Tak tahu pula pelaku itu berlari atau menaiki kendaraan. Tak ada satu orang pun yang sempat memotret wajah pelaku meski orang berbondong-bondong memotret wajah korban yang penuh dengan darah. Motorku semakin kencang, jarum spidometer motorku menyentuh angka 80 km/jam. Sungguh cepat karena aku tak mau lagi tertinggal momentum setelah sebelumnya aku kalah cepat oleh temanku saat meliput sehingga ketika kukirimkan tulisan ke...